Di Hadapan Pemimpin Agama Dunia, KH Cholil Nafis Sebut Peran Tokoh Agama Wujudkan Perdamaian

1 day ago 6

loading...

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menyebut peran penting tokoh agama dalam mewujudkan perdamaian dan pemersatu umat. Foto/istimewa

JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menyebut peran penting tokoh agama dalam mewujudkan perdamaian dan mempersatukan umat.

Hal itu disampaikan Kiai Cholil Nafis saat menghadiri The 2nd International Summit of Religious Leaders The Role of Religious Leaders in Solving Conflicts, di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Hari ini, 28 Agustus 2025 saya sebagai Rais Syuriyah PBNU menghadiri acara tersebut sebagai narasumber sekaligus peserta,” katanya, Kamis (28/8/2025).

Baca juga: Jelang Hari Bhayangkara ke-79, MUI Berharap Slogan Presisi Polri Dirasakan Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Kiai Cholil Nafis memaparkan makalah tentang pengalaman Nahdlatul Ulama (NU) berperan menyebarkan perdamaian dan menyelesaikan konflik di dalam dan luar negeri, termasuk peran asas Pancasila yang mampu menyatukan bangsa Indonesia yang plural, multi etnis dan multi agama.

“Agama merupakan salah satu fondasi terpenting dalam membangun masyarakat. Agama bukan sekadar rangkaian ritual dan ibadah semata, melainkan sebuah sistem nilai dan etika yang menyeluruh, yang mengarahkan perilaku individu, mengatur hubungan antarmanusia, serta membentuk corak kehidupan pribadi maupun kehidupan bersama,” katanya.

Baca juga: Munas NU 2025 Tegaskan Laut Tidak Bisa Dimiliki Individu atau Korporasi

Menurut Kiai Cholil Nafis, kehadiran tokoh-tokoh agama dalam masyarakat memiliki pengaruh yang besar pada berbagai dimensi kehidupan, seperti menanamkan nilai-nilai moral, mengatur kehidupan sosial dan budaya, mendorong penguatan spiritualitas, serta turut berperan dalam urusan politik. Tokoh agama harus berperan pemersatu umat jangan berbalik jadi sumber konflik.

“Agama dan para pemimpin agama merupakan pilar utama dalam membangun perdamaian, baik di tingkat nasional maupun global. Sejauh mana nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung dalam agama dapat diberdayakan, serta sejauh mana para pemimpin agama menjalankan perannya dalam melakukan perbaikan, mempererat hubungan, dan mendidik masyarakat untuk hidup damai,” ujarnya.

Melalui kedudukan ulama yang melekat di hati para pengikutnya, kata Kiai Cholil Nafis, para pemimpin agama berkontribusi dalam membangun budaya damai pada berbagai tingkatan. Hal itu antara lain dengan memperkuat wacana keagamaan yang moderat, melakukan mediasi dan rekonsiliasi di antara pihak-pihak yang bertikai, serta meneguhkan budaya dialog.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |