Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram

2 hours ago 3

loading...

Menurut Imam As-Suyuthi dalam bukunya berjudul Tarikh Khulafa’; Sejarah Para Khalifah, pada tahun 161 H, dimulailah proses renovasi besar-besaran terhadap Masjidil Haram dan Kota Makkah oleh Khalifah Al Mahdi dari Dinasti Abassiyah. Foto ilustrasi/ist

Ada kisah dan cerita unik dari Khalifah Al Mahdi, khalifah ketiga Dinasti Abbasiyah (775-785 M) yang menarik disimak. Terutama kisah beliau saat membangun insfrastruktur Makkah dan Masjidil Haram . Berikut ulasannya:

Khalifah Al Mahdi memang tidak sepopuler khalifah Islam lainnya. Nama dan nasab beliau adalah Muhammad bin Abdullah (Al-Manshur) bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas. Dia biasa dipanggil Abu Abdullah dan bergelar Al-Mahdi.

Dalam Buku "The History of al-Tabari" disebutkan bahwa pada tahun 160 H, Al-Mahdi menunaikan ibadah haji . Dalam perjalanan tersebut, dia melihat berbagai kendala yang dialami oleh jamaah haji selama perjalanan dari Baghdad ke Makkah. Dan ketika tiba di Makkah, suasananya pun tak kalah mengkhawatirkan. Para panjaga Kakbah menyatakan kekhawatiran mereka tentang banyaknya penutup (kiswah) yang menempel di dinding dan atas Kakbah. Selain tidak elok, hal ini lama kelamaaan bisa merusak Kakbah.

Menangapi mengaduan ini, Al-Mahdi langsung memerintahkan agar Kakbah dibersihkan dari penutup-penutup yang memberatkan itu, lalu dipasangi sehelai penutup (Kiswah) saja yang melingkupi seluruh bangunan Kakbah. Dia juga memerintahkan agar seluruh wilayah Masjidil Haram ditaburi parfum. Setelah itu dia memerintahkan agar sejumlah infrastruktur di Mekkah segera dibangun.

Baca juga: Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram

Renovasi Besar-besaran Masjidil Haram

Menurut Imam As-Suyuthi dalam bukunya berjudul "Tarikh Khulafa’; Sejarah Para Khalifah", pada tahun 161 H, dimulailah proses renovasi besar-besaran terhadap Masjidil Haram dan Kota Makkah.

Al-Mahdi memerintahkan agar dibangun jalan-jalan yang luas di samping Masjidil Haram dan membuat banyak tempat air untuk mempermudah pelayanan haji.

Dia juga memerintahkan agar memendekkan mimbar masjid dan menjadikannya sebagaimana mimbar Rasulullah SAW. Proses renovasi ini berlangsung bertahun-tahun. Pada tahun 167 H, Al-Mahdi memerintahkan agar memperluas areal Masjidil Haram dengan memperlebar ruangannya.

Di samping renovasi besar-besaran terhadap Masjidil Haram, Al-Mahdi juga memberikan perhatian pada jalur haji dari Irak ke Makkah.

Sejak Irak menjadi pusat pemerintahan Islam dan seiring meningkatkan kemakmuran kota-kota seperti Baghdad dan Basrah, aktivitas perjalanan dari Irak ke Hijaz juga makin meningkat. Terutama ketika musim haji, jamaah haji dari Irak terbilang cukup banyak. Dengan demikian pembangunan infrastruktur yang bisa menopang perjalanan tersebut perlu juga dibuat.

Atas dasar pertimbangan itulah, pada tahun 160 H atau sesaat setelah pulang dari haji, Al-Mahdi memerintahkan agar segera membangun sejumlah infrastruktur di sepanjang jalan menuju Makkah. Beberapa di antaranya, dia memerintahkan agar dibangun sejumlah pos pemberhentian (semacam rest area sekarang) di beberapa titik.

Di tempat itu dibangunlah kastil, tangki air, sumur, kolam/waduk, termasuk menara api untuk menjadi semacam mercusuar ketika di malam hari.

Al-Mahdi bahkan mengangkat wali yang bertanggung jawab atas perbaikan dan pengembangan jalur ini. Proses pengerjaan proyek ini terus belangsung hingga tahun 171 H, dan akan disempurnakan oleh Zubaidah, istri Harun Al-Rasyid. Sehingga jalur ini kelak dikenal dengan nama Darb Zubaidah.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |