Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran

12 hours ago 8

loading...

Seorang operator militer Israel tengah menjalankan misi pengintaian siber, sebuah taktik modern yang kini menjadi bahan bakar utama dalam melumpuhkan sistem pertahanan dan ekonomi rezim Iran di 2026. Foto: ist

IRAN - Di mata awam, perang selalu identik dengan rentetan rudal yang membelah langit dan dentuman bom yang meluluhlantakkan bangunan.

Namun, dalam perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di awal 2026 ini, rudal hanyalah alat eksekusi akhir. Senjata sesungguhnya yang menentukan hidup matinya sebuah rezim kini berada di balik ketukan papan ketik komputer.

Operasi siber tak lagi sekadar bumbu pelengkap atau strategi pinggiran dalam konflik modern.

Operasi ini telah bergeser menjadi pusat strategi yang membentuk setiap keputusan militer dalam peperangan AS-Israel melawan Iran—operasi yang dinamai sandi Roaring Lion oleh Israel dan Epic Fury oleh AS.

Shay Nahum, CEO CYGHT sekaligus penerima Penghargaan Pertahanan Israel (Israel Defense Prize), menegaskan bahwa perang siber kini bukan lagi sekadar domain perang yang berjalan paralel, melainkan lapisan inti yang sangat krusial dalam membentuk intelijen, operasi, dan bahkan kampanye pengaruh psikologis.

Dalam wawancaranya dengan Defense & Tech dari The Jerusalem Post, Nahum membongkar sebuah fakta yang selama ini dibangun secara diam-diam: kemampuan siber memengaruhi "setiap keputusan dan setiap rudal yang kita tembakkan".

Perang 2026: Siber Sebagai "Bahan Bakar" Militer

Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran

Melihat tren peperangan global di tahun 2026, fungsi intelijen, sinyal intelijen (SIGINT), penentuan target sasaran, hingga perencanaan operasi militer semuanya sangat bergantung pada informasi yang disadap dari dunia siber.

"Siber adalah bahan bakar untuk setiap korps—udara, darat, dan laut," ungkap Nahum. Secara logika sederhana, sistem siberlah yang menyuplai data akurat secara seketika (real-time) untuk menuntun platform fisik militer seperti jet tempur dan kapal perang tepat ke titik sasarannya.

Jika pada konflik bulan Juni sebelumnya operasi yang bersandi Rising Lion hanya berfokus pada upaya menghentikan program nuklir dan rudal Iran, target operasi Roaring Lion atau Epic Fury saat ini telah meluas secara ekstrem.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |