loading...
Sejumlah perusahaan minyak independen China mulai merambah ke Irak, merencanakan proyek multi-miliaran dolar untuk mengembangkan cadangan besar. Foto/Dok
JAKARTA - Sejumlah perusahaan minyak independen China mulai merambah ke Irak , merencanakan proyek multi-miliaran dolar untuk mengembangkan cadangan besar. Beberapa perusahaan China telah memenangkan penawaran untuk mengeksplorasi ladang- ladang minyak dan gas di negara Timur Tengah tersebut.
Lisensi minyak dan gas untuk 29 proyek di Irak itu terutama ditujukan guna meningkatkan produksi bagi keperluan domestik. Terdapat lebih dari 20 perusahaan telah mengikuti pra-kualifikasi, termasuk dari Eropa, China, Arab dan Irak.
Baca Juga: Eksplorasi Migas di Indonesia Timur, Pemerintah Gandeng 2 Perusahaan China
Namun perusahaan-perusahaan asal China menjadi satu-satunya pemain asing yang memenangkan lelang, dengan mendapatkan sembilan ladang minyak dan gas. Berikut rincian beberapa kegiatan perusahaan independen di Irak.
Daftar 4 Perusahaan Independen China yang Menguasai Ladang Minyak di Irak:
1. United Energy Group
Perusahaan kecil yang terdaftar di Hong Kong ini memproduksi minyak dan gas (migas) di Pakistan dan ladang minyak Liaohe di China. Mereka juga memproduksi sekitar 120.000 barel per hari minyak di blok 9 Irak, yang merupakan terbesar di antara perusahaan independen.
United Energy Group (UEG) memenangkan lisensi pada tahun lalu untuk mengeksplorasi blok Fao di selatan Irak dekat perbatasan Kuwait dan Iran. Perusahaan ini menjalankan perdagangan di Singapura, Dubai, dan Beijing, yang dikelola oleh mantan pedagang minyak negara.
2. Zhongman Petroleum dan Natural Gas Group
Dimulai sebagai perusahaan layanan ladang minyak dengan aset produksi di China dan Kazakhstan, perusahaan yang terdaftar di Shanghai ini memenangkan lisensi tahun lalu untuk mengeksplorasi blok Baghdad Timur (Utara) dan blok Middle Euphrates.
Zhongman Petroleum mengumumkan pada bulan Juni bahwa mereka akan menghabiskan USD481 juta atau setara Rp7,7 triliun (dengan kurs Rp16.016 per USD) untuk kedua blok tersebut. Perusahaan tersebut belum lama ini memasuki kontrak bagi hasil produksi pertamanya untuk mengembangkan gas alam di Aljazair.
3. GEO-JADE Petroleum
Sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Geo-Jade mencapai kesepakatan pada bulan Mei untuk berinvestasi dalam proyek terintegrasi South Basra yang mencakup peningkatan lapangan minyak Tuba di Irak selatan menjadi 100.000 barel per hari (bpd) dan membangun kilang dengan kapasitas 200.000 bpd. Hal ini merupakan proyek terintegrasi langka yang dimenangkan oleh perusahaan independen asal China.
Geo-Jade yang terdaftar di Shanghai bakal menginvestasikan USD848 juta, dengan rencana menghidupkan kembali produksi di lapangan Tuba yang sebagian besar tidak beroperasi, menjadi 40.000 bpd pada sekitar pertengahan 2027. Perusahaan ini juga berencana untuk mulai memompa minyak pada awal 2027 di blok Naft Khana di Irak tengah, yang dimenangkan dalam lelang 2018, dengan target produksi 15.000 bpd untuk 2027.