Amanah Itu Berat, Langit dan Gunung pun Enggan Memikulnya

3 days ago 11

loading...

Bagi seorang muslim, wajib hukumnya untuk menjaga dan menunaikan semua jenis amanah. Tentu teramat berat memikul sekian banyak amanah tersebut. Foto ilustrasi/ist

Bagi seorang muslim, wajib hukumnya untuk menjaga dan menunaikan semua jenis amanah . Tentu teramat berat memikul sekian banyak amanah tersebut. Saking beratnya, bahkan langit, bumi dan gunung-gunung yang sedemikian besar itu pun enggan untuk memikulnya, sebagaimana firman Allah SWT:

اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُ ۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًا

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh." (QS Al-Ahzab Ayat 72)

Allah Ta'ala juga berfirman :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْۤا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kalian khianati berbagai amanat (yang dipercayakan kepada kalian) sedang kalian mengetahui." (QS Al-Anfal Ayat 27)

Menurut KH A Muzaini Aziz, seperti dilansir dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), ayat di atas sangat jelas memberikan pemahaman kepada kita agar kita tidak mengkhianati amanah-amanah yang dipikulkan kepada kita. Apapun jenis amanat tersebut, seberapa pun kecil dan besarnya amanat itu.

Baca juga: Amanah, Perkara Kecil yang Berdampak Besar

Amanah memiliki spektrum yang sangat luas, antara lain: Amanah perintah dan larangan agama, amanah kehormatan dan rahasia manusia, amanah harta , amanat jasad dan jiwa atau nyawa, amanah penegakan hukum, amanah jabatan dan kekuasaan , amanat keilmuan, amanat pelestarian lingkungan, dan jenis amanat lainnya.

Dalam syariat Islam, itu semua masuk dalam kategori taklif atau beban hukum yang harus dipikul oleh seorang manusia, baik secara vertikal yaitu antara dirinya dan Allah SWT, maupun secara horizontal, yaitu antara seorang manusia dengan dirinya sendiri, juga antara seseorang dan manusia lainnya, bahkan antara manusia dengan makhluk Allah lainnya, termasuk dengan lingkungan dan alam semesta. Para ulama mengatakan:

سُمِّيَ التَكْلِيفُ أَمَانَةً لِأَنَّ مَنْ قَصَّرَ فِيهِ فَعَلَيْهِ الْغَرَامَةُ، وَمَنْ أَدَّاهُ فَلَهُ الْكَرَامَةُ (نضرة النعيم في مكارم أخلاق الرسول الكريم، ج: ٣، ص: ٥١٠)

"Semua beban hukum atau taklif dinamakan amanat, karena siapapun yang mengabaikannya maka hukuman baginya, dan siapapun yang menunaikannya maka kemuliaan untuknya."

Lihatlah, Nabi termulia yaitu Nabi Muhammad ﷺ bergelar Al-Amiin, Malaikat termulia yaitu Malaikat Jibril 'alaihissalam juga bergelar (Ar-Ruuh) Al-Amiin. Keduanya mendapat gelar kemuliaan Al-Amin dari Allah SWT karena keduanya adalah profil hamba paripurna yang dapat dipercaya dan mampu mengemban amanat Allah SWT secara tuntas dan sempurna.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |