Airlangga Ungkap Perbandingan Harga Avtur di Beberapa Negara

7 hours ago 10

loading...

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ungkap perbandingan harga avtur di berbagai negara. Foto/Isra Triansyah, Dok SINDO PHoto

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerangkan, lonjakan harga avtur memicu kenaikan tarif tiket pesawat . Airlangga mengungkapkan harga avtur di berbagai negara seperti di Thailand berada di angka Rp29.518, dan Filipina Rp25.326 per liter.

Menko menyebut avtur ini merupakan BBM non-subsidi yang harganya mengikuti perkembangan pasar. Avtur sendiri berkontribusi hingga 40% terhadap biaya operasional maskapai penerbangan, sehingga pemerintah melakukan intervensi agar kenaikan harga tiket pesawat tetap terkendali.

"Hari ini kita lihat di Bandara Soekarno Hatta itu harga avtur per 1 April kemarin sudah sekitar 23.000-an, ini Rp23.551 per liter. Nah kenaikan harga avtur ini tentu mempengaruhi struktur biaya operasional dari maskapai nasional, dimana harga avtur itu berkontribusi terhadap 40 persen dari biaya operasional pesawat," ungkap Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Airlangga Umumkan Kenaikan Harga Tiket Pesawat Domestik 9-13%

Untuk lebih menekan struktur biaya operasional maskapai, pemerintah juga memberikan insentif non-fiskal berupa penurunan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya membantu maskapai, tetapi juga memperkuat industri perawatan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) di dalam negeri.

Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa pemerintah akan memberikan subsidi sekitar Rp1,3 triliun per bulan guna menjaga stabilitas industri penerbangan nasional. Baca Juga: Harga Avtur Melonjak 70% Imbas Perang AS-Iran, Maskapai Teriak Minta Kenaikan Tiket Pesawat

“Agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13 persen, jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar Rp1,3 triliun rupiah per bulannya. Jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan, maka ini Rp2,6 triliun," ujar Airlangga.

(akr)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |