4 Jembatan Putus Akibat Banjir di Aceh Utara, BNPB: Anomali Cuaca di Tengah Kemarau

5 hours ago 8

loading...

Banjir menerjang Kabupaten Aceh Utara, Aceh hingga mengakibatkan empat jembatan hanyut dan memutus akses antardesa. Foto/istimewa

ACEH - Anomali cuaca masih mewarnai musim kemarau di Indonesia. Di saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi kejadian bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir terjadi di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, yang mengakibatkan empat jembatan hanyut dan memutus akses antardesa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan banjir melanda Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada Jumat, 24 Juli 2026 pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini terjadi di Desa Sawang, Kecamatan Sawang. BPBD Kabupaten Aceh Utara melaporkan sebanyak empat jembatan hanyut dan kondisi terkini pada Sabtu, 25 Juli 2026 kondisi arus air masih cukup deras.

“Akibat beberapa jembatan yang hanyut menyebabkan putusnya akses dari Desa Sawang menuju Desa Lhok Cut, Kubut, Blang Cut dan Gunci,” ungkap Aam sapaan Abdul Muhari, Minggu (26/7/2026).

Baca juga: Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar

Aam mengatakan BPBD Kabupaten Aceh Utara telah melakukan asesmen dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan setempat dan lintas instansi untuk melakukan upaya penanganan darurat. BNPB, mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi kering selama musim kemarau, termasuk bahaya kekeringan.

Lihat video: Belum Usai! Aceh Kembali Diterjang Banjir Lumpur! Warga Diliputi Rasa Cemas

Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla. “Upaya pencegahan bagian dari pengurangan risiko bencana merupakan langkah efektif dalam pengendalian karhutla. Ditinjau dari tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah, sebagian Sumatera, Kalimantan, Papua dan hampir seluruh Pulau Jawa pada kategori sangat mudah terbakar,” kata Aam.

Menurut Aam, masyarakat memiliki peran dalam pemantauan dan pengendalian dini di wilayahnya. Segera laporkan kepada BPBD atau otoritas setempat apabila terjadi insiden kebakaran secepat mungkin sehingga penanganan dapat berlangsung secara efektif.

(cip)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |