loading...
Kelompok BRICS bakal semakin kuat, setelah banyak negara menyatakan minatnya untuk bergabung dengan aliansi negara berkembang yang digagas Brasil, Rusia, China, India dan Afrika Selatan sejak 2009 itu. Foto/Dok
JAKARTA - Kelompok BRICS bakal semakin kuat, setelah banyak negara menyatakan minatnya untuk bergabung dengan aliansi negara berkembang yang digagas Brasil, Rusia, China, India dan Afrika Selatan sejak 2009 itu. Salah satu negara yang ingin bergabung yakni Serbia, dengan secara tegas mengumumkan komitmennya bergabung dengan aliansi BRICS.
Proposal keinginan pemerintah Serbia untuk bergabung bersama BRICS sempat diperjuangkan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 di Rio de Janeiro pada 6-7 Juli 2025, lalu. Bahkan Serbia sendiri telah mengirimkan permohonan resmi sejak 2023, saat BRICS membuka peluang ekspansi.
Baca Juga: Simbol Perlawanan Dolar AS, Mata Uang BRICS Tampilkan Desain Unik
Sebelumnya Perdana Menteri Serbia, Duro Macut sempat menegaskan negaranya aktif mendorong ekspansi keanggotaan BRICS. Ada beberapa alasan yang membuat BRICS dan Serbia bakal saling memberikan keuntungan, mengingat negara ini punya nilai strategis bagi BRICS karena posisi geografisnya di Eropa Tenggara dan hubungan baik dengan Rusia serta China.
Berikut 3 Alasan Serbia Ingin Bergabung ke BRICS:
1. Kekecewaan Terhadap Proses Aksesi Uni Eropa
Serbia telah menjadi kandidat anggota Uni Eropa (UE) sejak 2012, namun proses negosiasinya terus menemui hambatan. Para pejabat Serbia, seperti Wakil Perdana Menteri Aleksandar Vulin merasa kecewa dengan tuntutan yang terus bertambah, termasuk penormalkan hubungan dengan Kosovo dan pemutusan hubungan dengan Rusia.
BRICS di sisi lain, dianggap sebagai organisasi yang tidak memaksakan kondisi politik yang kaku. Menurut Duro, BRICS adalah pemain kunci dunia dan membangun hubungan kuat dengan BRICS adalah kepentingan strategis bagi Serbia.