loading...
Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam secara lahiriah merupakan manusia biasa. Namun, Allah SWT menganugerahkan sejumlah keistimewaan kepada Rasulullah SAW yang tidak dimiliki manusia lainnya. Foto ilustrasi/ist
Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam secara lahiriah merupakan manusia biasa. Namun, Allah SWT menganugerahkan sejumlah keistimewaan kepada Rasulullah SAW yang tidak dimiliki manusia lainnya.
Berbagai keistimewaan tersebut menjadi bagian dari kemuliaan dan tanda kenabian beliau. Meski memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah SWT, Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat tawadhu, penuh kasih sayang, serta tidak pernah menyombongkan diri.
Allah SWT bahkan menyebut Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam sebagai sosok yang memiliki sifat rauf dan rahim, yakni penuh belas kasih dan penyayang kepada orang-orang beriman. Karena itu, mencintai Rasulullah SAW merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Kecintaan tersebut semestinya diwujudkan dengan mengenal akhlak, kehidupan, sunnah, dan keistimewaan beliau.
Dalam Maroqil Ubudiyah Syarah Bidayatul Hidayah, Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani menyebutkan sejumlah kekhususan Nabi Muhammad SAW. Berikut 10 di antaranya:
10 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW
1. Tidak Pernah Mengalami Mimpi Basah
Rasulullah SAW disebut tidak pernah mengalami ikhtilam atau mimpi basah sepanjang hidupnya.
2. Tidak Pernah Menguap
Salah satu keistimewaan Rasulullah SAW yang disebutkan dalam kitab tersebut adalah beliau tidak pernah menguap sepanjang hidupnya.
Baca juga: 7 Ayat Al Quran yang Menyebut tentang Maulid Nabi, Apa Saja?
3. Binatang Tidak Lari dari Beliau
Binatang-binatang disebut tidak pernah menjauh atau melarikan diri ketika berada di dekat Rasulullah SAW.
4. Lalat Tidak Pernah Hinggap di Tubuh Beliau
Keistimewaan lainnya adalah tidak pernah ada lalat yang hinggap di tubuh Rasulullah SAW yang mulia.
5. Dapat Melihat ke Belakang Sebagaimana Melihat ke Depan
Rasulullah SAW disebut memiliki kemampuan melihat ke belakang dengan jelas sebagaimana ketika melihat ke depan. Hal tersebut merupakan salah satu kekhususan yang diberikan Allah SWT kepada beliau.
6. Tidak Tampak Bekas Air Kencing
Dalam kitab tersebut juga disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW buang air kecil, tidak tampak bekasnya.
7. Hati Rasulullah SAW Tidak Pernah Tidur
Meski mata Rasulullah SAW terpejam ketika tidur, hati beliau tidak pernah tertidur. Hal ini menjadi salah satu kekhususan yang disebutkan para ulama dalam pembahasan mengenai sifat-sifat khusus Rasulullah SAW.
8. Tidak Tampak Bayangannya di Bawah Matahari
Keistimewaan lainnya yang disebutkan adalah tidak terlihat bayangan Rasulullah SAW meskipun berada di bawah terik matahari.
9. Kedua Pundaknya Lebih Tinggi ketika Duduk di Majelis
Ketika Rasulullah SAW duduk bersama para sahabat dalam sebuah majelis, kedua pundaknya disebut berada lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang duduk di sekelilingnya.
10. Lahir dalam Keadaan Sudah Berkhitan
Syaikh Nawawi Al-Bantani juga menyebutkan bahwa Rasulullah SAW dilahirkan dalam keadaan telah berkhitan.
Fadhilah Menghafal 10 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW
Selain menyebutkan keistimewaan Rasulullah SAW, Syaikh Nawawi Al-Bantani juga mencantumkan bait mengenai keutamaan menghafalnya.
هَذِىْ الخَصَاءِصُ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ اَمِنًامِنْ شَرِّ نَارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِنْ مِحَنٍ
Artinya: "Ini adalah keistimewaan-keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Maka hafalkanlah, niscaya engkau akan selamat dari bahaya kebakaran, pencuri, dan berbagai macam musibah."
Keterangan tersebut tercantum dalam Maroqil Ubudiyah Syarah Bidayatul Hidayah karya Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani.
Namun, berbagai riwayat atau keterangan mengenai kekhususan Nabi Muhammad SAW perlu dipahami dalam konteks pembahasan ulama. Yang paling utama bagi umat Islam bukan sekadar mengetahui keistimewaan Rasulullah SAW, tetapi juga meneladani akhlak, sunnah, kasih sayang, dan ketawadhuan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengenal sosok Rasulullah SAW lebih dekat, diharapkan kecintaan kepada Nabi semakin kuat dan mendorong umat Islam untuk mengikuti ajaran yang beliau wariskan.
Baca juga: Bolehkah Maulid Nabi SAW Dirayakan? Begini Hukumnya Menurut Ulama
(wid)


















































