loading...
Di bulan Rabiul Awal 1447 Hijriah ini, ada banyak amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan, mulai dari membaca Al Quran, berselawat hingga bersedekah. Foto ilustrasi/Sindonews
Di bulan Rabiul Awal 1447 Hijriah ini, ada banyak amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan . Apa saja amalan sunnah tersebut dan bagaimana dalilnya?
Di Indonesia, banyak umat Islam yang melakukan amalan-amalan sunnah sebagai bentuk penghormatan dan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Berikut beberapa amalan sunah yang umum dilakukan di hari Maulid Nabi.
1. Salat Sunah dan Berdoa
Umat Islam dianjurkan melakukan salat sunah atau salat tahiyatul masjid di masjid sebagai bentuk ibadah dan berdoa untuk keberkahan.
2. Membaca tentang kehidupan Nabi SAW
Bacaan Maulid adalah naskah yang menceritakan tentang kehidupan Nabi Muhammad. Banyak umat Islam membacanya di keluarga atau dalam majelis keagamaan. Mempelajari Maulid dapat memperkaya pengetahuan serta wawasan tentang Nabi Muhammad.
3. Bersedekah
Bersedekah kepada yang membutuhkan merupakan bentuk amal kebaikan dan berbagi rezeki dengan sesama. Surat Al Baqarah ayat 254 mengatakan sedekah merupakan bagian dari ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT. Dalam Al-Qur'an Surat Al Baqarah ayat 254 Allah SWT berfirman:
ـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَا عَةٌ ۗ وَا لْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim." (QS Al Baqarah 2 ayat 254).
Baca juga: 9 Fadilah Sering Berselawat Nabi, Amalan Akhir Zaman hingga Dibuka 70 Pintu Rahmat
4. Meningkatkan kebersihan dan kecantikan
Memperindah rumah dan masjid dengan lampu-lampu, hiasan, atau dekorasi khusus di hari Maulid menjadi tanda kebahagiaan. Ini juga menjadi tanda ungkapan rasa syukur atas kenikmatan yang telah diberikan Allah SWT.
5. Mengingat ajaran Nabi
Gunakan hari perayaan Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk merenungkan ajaran-ajaran Nabi Muhammad. Jangan lupa mencoba mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
6. Menghadiri kajian agama
Seorang Muslim dianjurkan untuk menghadiri ceramah atau kajian agama yang membahas kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad. Ini dilakukan semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT serta kehidupan akhirat.
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ
Artinya: "Barang siapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu," (HR Ahmad).
7. Memperbanyak membaca Selawat
Memperbanyak membaca selawat, seperti Selawat Nariyah atau selawat lainnya sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan orang yang berselawat atas dirinya.
أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً
Artinya: Orang yang paling berhak mendapatkan syafa'atku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku." (HR Tirmidzi).